Pengertian Stres, Tingkatan Stres dan Penyebabnya Menurut Para Ahli

Anak lagi stres
sumber gambar: http://focusforwardcc.com/

Pengertian stres menurut para ahli – Secara umum stress adalah suatu kondisi atau situasi dimana seseorang mengalami beban pikiran dan mental yang dapat mempengaruhi kondisi tubuhnya. Pengendalian terhadap gangguan stres yang terlalu berlebih bisa mengakibatkan lemahnya kondisi tubuh dan menyebabkan penyakit psikosomatis.

Loading...

Pengertian Stres Menurut Para Ahli

Pendapat Hardjana (1994), bahwa dalam keadaan stres sekurang-kurangnya ada tiga hal yang saling mengkait, yaitu hal atau penyebab, karena peristiwa, dan orang yang merupakan objek. Keadaan menjadi sumber stres (stressor) kepada orang yang mengalami stres (the stressed) dan hubungan antara orang yang mengalami stres dengan hal yang menjadi penyebab stres (transaction) beserta segala yang tersangkut olehnya.

Menurut Sarafino (1994), mendefinisikan stres sebagai suatu kondisi yang muncul ketika individu berhubungan dengan lingkungannya, individu merasakan ketidaksesuaian antara tuntutan-tuntutan situasional dengan sumber daya biologis, psikologis, dan sosial yang dimilikinya.

Sedangkan menurut Sarafino (1994) mengatakan bahwa stres dapat dilihat dari tiga sudut pandang yang berbeda, yaitu stres sebagai stimulus, stres sebagai respon, dan stres sebagai interaksi antara individu dengan lingkungan. Jika dipandang dari lingkungan dan hal-hal yang menjadi sumber stres, stres dideskripsikan sebagai suatu rangsangan atau stimulus.

Apabila dipandang dari individu yang mengalami stres untuk dikaji, pusat perhatian kita adalah pada tanggapan atau respon individu terhadap hal-hal yang dinilai mendatangkan stres. Respon individu terhadap sumber stres dapat mempengaruhi aspek psikologis, yang meliputi: pola pikir, perilaku, emosi dan perasaan stres.

Serta mempengaruhi aspek fisiologis, seperti jantung berdebar-debar, mulut menjadi kering, perut mulas, badan berkeringat. Respon-respon psikologis dan fisiologis ini disebut juga dengan strain atau ketegangan. Sutherland dan Cooper (Smeth, 1994) menambahkan bahwa stres sebagai suatu respon tidak selalu dapat dilihat, hanya akibatnya saja yang dapat dilihat.

Stress sendiri terbagi menjadi 2 macam :

  • Eustress

Eustress – merupakan jenis stress yang bisa memacu semangat seseorang. Saat stres jenis eustress ini muncul akan menyebabkan seseorang ingin melakukan sesuatu yang lebih baik lagi. Stres ini tidak menimbulkan efek negatif atau sering juga di kenal dengan istilah stress yang positif.

  • Distress

Distress – sering dikenal dengan istilah stress negatif. Stress ini cukup mengganggu dan banyak orang menghindari stress yang satu ini. Distress bisa menyebabkan kondisi tubuh dan mental menjadi terpuruk dan dapat berujung pada depresi.

Tingkatan Stress

Tingkat stress seseorang sendiri agak sulit untuk diukur, penjelasan tingkatan stress yang memang masih terbilang abstak. Setiap stress yang di alami seseorang memiliki parameter yang berbeda-beda.

Biasanya ketika seseorang mengalami stress seringkali sesuai dengan kondisi tubuhnya. Saat stress, seseorang kemungkinan akan mengalami beberapa hal berikut :

Loading...
  • Tidak fokus dalam melakukan aktivitas
  • Menangis
  • Psikosomatis
  • Bahkan bisa melakukan tindakan-tindakan yang melanggar norma

Permasalahan Stres

Stres adalah sesuatu yang masih  kurang, ibaratnya masih bayi dan masih sedikit metode penelitian yang objektif untuk menspesifikkan permasalahannya. Ini dikarenakan sress tidak seperti faktor lain seperti tekanan darah yang bisa diukur dengan angka.

Tidak juga seperti merokok yang bisa dijadiakn studi perbandingan. Dengan kata lain jenis stress yang berbeda bisa mempengaruhi berbagai orang dengan cara yang berbeda serta menimbulkan reaksi fisik yang berlainan.

Profesor L. Levy dari Swedia telah mengumpulkan daftar “penyebab stres” dalam kehidupan sehari-hari seperti yang didefinisikan oleh psikologis medis, diantaranya:

  1. Tuntutan menekan yang tercipta karena konflik tenatng “peran” kita dalam berbagai situasi hidup seperti pekerjaan, pernikahan, hubungan dengan orang tua, dan lain-lain.
  2. Tuntutan menekan yang tercipta karena perubahan keadaan yang tidak diantisispasi dan secara tiba-tiba dalam kehidupan kita. Seperti perubahan pada pekerjaan, ketidakpastian kerja dan peruabhan radikal serupa yang menuntut penyesuaian besar.
  3. Ketidakmampuan untuk menyesuaikan dengan situasi dan kondisi hidup yang baru karena perbedaan antara harapn dan realitas dalam kehidupan bisnis dan pribadi.

Jenis stres yang timbul dari faktor penyebab stress, tergantung pada individu dan stressability dalam hidupnya.

Tanda-tanda / Gelaja Stress

Tanda dan gejala stress bisa dirasakan melalui gelaja fisik seperti otot yang tegang, mengalami sakit kepala, sakit perut dan sakit diare akibat keadaan atau situasi yang di alami.

Selain fisik, tanda-tanda lainnya berupa perubahan aura dan tingkah laku juga merupakan gelaja mengarah stress (bisa dibilang sudah stress tahap awal) Cirinya adalah seseorang yang biasanya ceria menjadi pendiam, sebaliknya seseorang yang biasanya pendiam jadi cerewet dan penuh dengan aksi.

Untuk cara mengatasi stress dan pencegahan stress, baca artikel cara ampuh mengatasi stress secara alami tanpa obat. Dan baca juga makanan-makanan yang bisa menghilangkan stress.

Ciri-ciri Individu (Rentan Stress)

Mereka yang rentan terkena stress biasanya bisa terlihat dari kehidupannya, merka yang mencicirkan selalu menyendiri, saat berbicara dengan orang lain tidak mau mendengarkan, seringkali mencoba lebih dari satu hal pada satu waktu, dan individu yang selalu ingin mengalahakan orang lain.

Individu yang tidak bisa menikmati dirinya sendiri, serta sering kali mempunyai kebiasaan mengertakkan gigi. Invidu yang mempunyai kebiasaan seperti ini cukup rentan terhadap stess dan kepribadiannya bisa menjadi faktor resiko pemicu hal-hal yang tidak baik.

Dampak Stress

Seseorang yang mengalami stress dapat mengalaminya hanya untuk sementara waktu saja dan bisa juga dalam waktu yang cukup lama. Pada rentan waktu yang terlalu lama karena stres adalah masalah kejiwaan, hasil yang tampak dari stress akan menimbulakan efek berupa bentuk sakit fisik dan sakit psikis.

Kesehatan jiwa terganggu, orang bisa menjadi agresif, dapat menyebabkan depresi, dapat menderita neurosis cemas, menderita gangguan psikosomatik, dan dapat menyebabkan badan tidak sehat serta menderita penyakit fisik seperti:

  • Tekanan darah tinggi
  • Sakit kepala (tension headache)
  • Sesak nafas (asthma bronkhial)
  • Sakit jantung
  • Radang usus, yukak lambung
  • Sakit eksim kulit (neurodermatitis)
  • Arthritis
  • Konstipasi
  • Hingga kanker, dan lain-lainnya.

Stress yang terus menerus dan tidak terkendali dapat menyebabkan kelemahan fisik dan kerusakan oragan-organ pada tumbuh, stress bisa dibilang dalam sumber penyakit yang berasal dari kita sendiri.

Penutup

Kurang lebihnya seperti itu penjelasan mengenai stress. Semoga bermanfaat, jangan lupa dibagikan ya.

Leave a Comment